Urgensi Pemanfaatan TIK dalam
Pembelajaran
Dalam dunia pendidikan manfaat TIK dapat dikategorikan
menjadi empat, yaitu pertama, sebagai gudang ilmu pengetahuan, yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi ilmu pengetahuan terkini,
manejemen pengetahuan, jaringan
pakar beragam bidang ilmu, jaringan
antar instansi pendidikan, pusat pengembangan materi
ajar, dan wahana
pengembangan kurikulum. Kedua, TIK juga
dapat digunakan sebagai
alat bantu pembelajaran, yaitu (1) sebagai
alat bantu guru yang meliputi
animasi peristiwa, alat uji siswa, sumber referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, simulasi kasus,
alat peraga visual, dan media komunikasi antar
guru; (2) sebagai alat bantu interaksi,
yang meliputi komunikasi guru-siswa, kolaborasi
kelompok studi, dan manejemen kelas terpadu,
dan (3) sebagai alat bantu siswa
meliputi : buku interaktif, belajar mandiri, latihan soal, media ilustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa, dan
media komunikasi antar siswa. Ketiga,
TIK sebagai fasilitas pembelajaran, dimanfaatkan sebagai perpustakaan
elektronik, kelas visual, aplikasi
multi media, kelas teater multimedia, kelas jarak jauh, papan elektronik. Keempat TIK sebagai infra struktur. merupakan dukungan teknis dan aplikasi untuk pembelajaran baik dalam
skala menengah maupun luas (Sujoko: 2013)
Pada perkembangannya hingga saat ini, kemajuan TIK membawa keuntungan yang baik bagi dunia
pendidikan tidak hanya terbatas pada teknologi
komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan memproses
dan menyimpan informasi, tetapi juga termasuk teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin : 2012)
Upaya penting untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengembangkan
teknologi pendidikan dan pembelajaran. Pendayagunaan teknologi pendidikan (Educatian Technology) atau berbagai istilah
yang mereka gunakan:
Teknologi untuk Pendidikan (Technology for Education), Teknologi
Informasi (Information
Technology/IT) atau Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information
and Communication Technology/ICT) diyakini sebagai salah satu cara strategis mengatasi
masalah tersebut (Dewi, 2007). Pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan juga ditekankan oleh Negara-negara Asia Tenggara. Upaya peningkatan mutu pendidikan lebih difokuskan kepada aparat pendidikan (guru, kepala sekolah, tenaga administrasi) dan komite sekolah. Bentuk upaya
yang dilakukan ini bisa melalui pendidikan pelatihan, TOT, workshop, seminar dan lokakarya pembinaan
kelembagaan pendidikan.
Guru adalah pendidik
professional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia
dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.Dalam upaya peningkatan mutu
mengajar dan mutu pembelajaran di era globalisasi,
guru sebaiknya menguasai program komputer, agar dapat memanfaatkan teknologi
yang telah tersedia dan untuk
memudahkan dalam mengajar. Guru hendaknya dapat menggunakan peralatan yang lebih ekonomis, efisien, dan mampu dimiliki
oleh sekolah serta tidak menolak
digunakannya peralatan teknologi modern yang relevan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Seorang guru
dituntut untuk mempunyai berbagai
keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Salah
satu keterampilan tersebut adalah
bagaimana seorang guru dapat menggunakan media
pembelajaran (Syaiful Bahri, 2006). Guru dapat membuat kreasi dan
variasi media interaktif, pembuatan
CD pembelajaran interaktif, powerpoint, dan dengan media komputer.
Pengimplementasian Teknologi Informasi
dan komunikasi (TIK) mencakup sumber daya manusia,
infrastruktur, hardware, dan software. Hambatan dalam pengimplementasian
di sekolah antara lain: jumlah tenaga pengelola yang memiliki kompetensi di bidang teknologi
informasi belum mencukupi, belum semua sekolah memiliki infrastruktur
yang mendukung, belum semua sekolah
memiliki hardware lengkap baik
secara kualitas maupun kuantitas, dan software
original mahal (Herman Dwi
Surjono dan Abdul Gafur, 2010).
Solusi yang ditawarkan
untuk menyelesaikan masalah dengan
memanfaatkan potensi yang ada adalah memberikan pelatihan
dan pendampingan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran di
sekolah. Pelatihan yang diberikan meliputi
mencari bahan ajar dan bahan penelitian di internet, juga pelatihan mengenai bagaimana memanfaatkan situs-situs atau aplikasi-aplikasi
open source yang
ada untuk pembelajaran. Kegiatan atau langkah-langkah yang akan dilakukan
dalam peningkatan kemampuan
guru untuk memanfaatkan teknologi informasi adalah
sebagai berikut :
1.
Studi pendahuluan dan identifikasi kegiatan yang
dibutuhkan, mencakup identifikasi
lebih lengkap mengenai
kondisi sekolah mitra dan sekolah-sekolah di wilayah sekitar sekolah mitra, kondisi pemanfaatan teknologi informasi yang
selama ini dilakukan, identifikasi sarana penunjang yang dapat dimanfaatkan yang
ada di sekolah, identifikasi pelatihan-pelatihan
yang telah diberikan kepada guru-guru
berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi.
2.
Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan berdasarkan kesepakatan dengan mitra PKM sehingga
diharapkan seluruh kegiatan
yang diusulkan dapat terlaksana
dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan waktu yang ditentukan.
3.
Identifikasi pelatihan
yang diperluka mitra dalam hal
pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan metoda pelatihan yang akan dilakukan dan koordinasi dengan
sekolah mitra untuk waktu pelaksaan dan peserta. Kebutuhan dikhususkan pada kebutuhan
pelatihan tidak pada kebutuhan sarana dan prasarana.
4.
Melaksanakan Pelatihan di sekolah
mitra dengan peserta
guru-guru dari sekolah
mitra dan dari sekolah-sekolah di wilayah sekitar
sekolah mitra bertujuan
untuk peningkatan kemampuan guru
dalam memanfaatkan teknologi informasi
untuk proses pembelajaran.
5.
Melakukan Pendampingan untuk memastikan bahwa
kegiatan pelatihan yang diberikan
dapat memberikan dampak pada pemanfaatan teknologi informasi untuk proses pembelajaran.
6.
Monitoring dan
Evaluasi mengenai hasil kegiatan
yang telah dilakukan dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi serta upaya untuk menyelesaikannya termasuk juga mengidentifikasi peluang-peluang untuk perluasan kegiatan
yang lainnya.
Sebagai pendidik, sangat penting memiliki kemampuan dan keterampilan
dalam memilih sumber belajar yang
tepat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pendidik harus memahami dengan baik kriteria
dalam memilih sumber belajar atau learning resources
dengan memperhatikan hal-hal
berikut ini :
1.
Tujuan yang ingin dicapai
Ada
sejumlah tujuan yang ingin dicapai, dengan menggunakan sumber belajar akan menimbulkan motivasi, pembelajaran lebih baik, dan dapat mengatasi berbagai permasalahan dalam pembelajaran.
2. Ekonomis
Sumber
belajar dipilih harus murah dan tidak murahan. Pemilihan sumber belajar mempertimbangkan jumlah orang yang akan menggunakan, lama pemakaian, langka tidaknya peristiwa
itu terjadi dan akurat
tidaknya pesan yang disampaikan
3. Praktis dan sederhana
Sumber belajar
harus praktis, mudah dibawa, sederhana, tidak memerlukan peralatan khusus, tidak mahal harganya,
dan tidak membutuhkan tenaga terampil yang khusus.
4. Mudah didapat
Sumber belajar
yang baik adalah yang ada di sekitar
kita dan mudah untuk mendapatkannya.
5.
Fleksibel atau luwes
Sumber
belajar yang baik adalah sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai
kondisi dan situasi
(Soeharto, 2003).
SUMBER
1.
https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/ethos/article/view/1693
2.
http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/semnasuntag/article/view/1689
3.
https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/didaktika/article/view/959

Komentar
Posting Komentar